Desa Wisata, Berdayakan Desa Tak Sekadar Objek

foto: google.com
foto: google.com
UNTUK lebih meningkatkan kunjungan wisatawan Indonesia, pengembangan pariwisata berbasis desa atau desa wisata digarap semakin serius. Cara ini sekaligus memberikan dampak pemerataan pembangunan hingga tingkat desa dan mengangkat tingkat perekonomian masyarakat.

Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata Kemenparekraf Firmansyah Rahim mengungkapkan, pengembangan desa wisata bertujuan melibatkan masyarakat dalam pengembangan kepariwisataan. Ini artinya, masyarakat dengan kebudayaan yang dimiliki tidak hanya menjadi obyek pariwisata, juga pelaku pariwisata.

“Yang dimaksud dengan pembangunan wisata pedesaan ini, masyarakat desalah yang harus sadar dan mau memerbaiki dirinya, mempergunakan kepariwisataan sebagai alat, baik untuk peningkatan kesejahteraan maupun pelestarian nilai-nilai budaya-adat setempat,” ujar Firmansyah Rahim kepada wartawan saat “Malam Apresiasi Pariwisata Indonesia” di Jakarta, belum lama ini.

Firmansyah menyampaikan bahwa tantangan yang paling besar dalam pengembangan desa wisata adalah perilaku masyarakat dalam pengimplementasian Sapta Pesona pariwisata. Salah satu contohnya adalah dalam hal kebersihan.

“Jadi, selama ini sulit mengubah tingkah laku atau pola hidup masyarakat yang memang belum menunjukkan tanda positif untuk kebersihan, misalnya seperti habis minum mereka langsung buang. Inilah tantangan kita pemerintah, masyarakat, dan juga para pengusaha untuk bisa menyadarkan mereka,” tuturnya.

Lanjut Firmasyah, untuk mengatasi permasalahan tersebut pemerintah menggandeng kerjasama dengan Kementerian Usaha Kecil Menengah dalam hal permodalan dan perberdayaan sumber daya masyarakat. Menurutnya, pemerintah menargetkan desa wisata sebagai basis pembangunan ekonomi kreatif.

“Dengan adanya desa wisata akan mampu mengangkat kesejahteraan masyarakat desa,” tutupnya.
◄ Newer Post Older Post ►
 

Copyright 2009 Kompasiapa